Sabtu, 12 Oktober 2019

Pelayanan BPJS di Rumah Sakit Pemerintah


BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) merupakan Badan Hukum Publik yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan memiliki tugas untuk menyelenggarakan jaminan Kesehatan Nasional bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya ataupun rakyat biasa. BPJS Kesehatan mulai beroperasi sejak tanggal 1 Januari 2014.

BPJS Kesehatan merupakan penyelenggara program jaminan sosial di bidang kesehatan yang merupakan salah satu dari lima program dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), yaitu Jaminan Kesehatan, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kematian sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Pada hari jum’at, tanggal 11 Oktober 2019 Saya berkesempatan untuk berbincang dan menanyakan beberapa hal kepada salah satu keluarga pasien di Rumah Sakit Al-Islam yang menggunakan BPJS Kesehatan. Beliau adalah seorang suami yang sedang menjaga istrinya yang dirawat di sana. Kemudia beliau memaparkan mengenai pengalamannya selama menggunakan BPJS Kesehatan.

Beliau mengatakan bahwa dalam BPJS ada 3 kelas yang berbeda, fasilitasnya pun masing-masing berbeda. Beliau menggunakan fasilitas kelas 1 karena ingin mendapatkan pelayanan yang baik dan nyaman. Dalam kelas 1 terdapat fasilitas yaitu setiap kamar terdapat 2 bed pasien dan terdapat ruang tunggu untuk keluarga pasien. Pelayanan yang diberikan petugas kesehatan terhadap pasien lebih diperhatikan. Namun bukan berarti untuk pengguna kelas 2 dan 3 tidak diperhatikan. Hanya saja untuk yang kelas 1 lebih diutamakan.

Kelebihan menggunakan BPJS menurut beliau yaitu biayanya ringan, serta pasien mendapatkan layanan kesehatan pemeriksaan yang nyaman, rawat inap, oprasi, obat-obatan, dan fasilitas yang lainnya. Sedangkan kekurangannya yaitu pasien BPJS (diluar keadaan darurat) sebelum masuk ke Rumah Sakit yang bekerjasama dengan BPJS harus mendapatkan rujukan terlebih dahulu dari Puskesmas atau klinik. Selain itu menggunakan BPJS harus sabar karena antriannya yang cukup lama.

Untuk sekarang memang sudah lebih banyak dari sebelumnya Rumah Sakit yang menerima BPJS. Dokter yang ada di semua rumah sakit yang menerima BPJS , baik dokter umum maupun Spesialis mereka akan menjalankan tugasnya dengan baik, melayai kesehatan semua pasien, baik yang menggunakan BPJS maupun tidak.

Untuk pelayanan menggunakan BPJS sebenarnya masih kurang memuaskan. dan relatif hampir sama. Namun berdasarkan pengalaman beliau, antara Rumah Sakit Garut dan Rumah Sakit Al-Islam yang pernah menangani pelayanan kesehatan salah satu anggota keluarganya terdapat perbedaan dalam hal pembayaaran. Contohnya :

Di Rumah Sakit Garut semua pembayaran diperhitungkan dulu dengan biaya jatah kelas di BPJS nya kemudian apabila biaya pengobatan melebihi jatah kelasnya kita tinggal membayar selisih lebihnya. Hal ini meringankan bagi pasien yang menggunakan BPJS. Mereka hanya menyiapkan persediaan biaya lebihnya saja. Sehingga pasien bisa langsung dibawa pulang.

Sedangkan di Rumah sakit Al-Islam mereka harus menyiapkan terlebih dahulu semua biaya pengobatan untuk dilunasi. Sementara perhitungan dengan BPJS nya hasilnya diberitahukan dua hari kemudian. Apabila jumlah pembiayaan pengobatan ternyata kurang dari jatah biaya kelasnya, maka petugas yang menangani pembayaran pengobatan memberitahukan. Lalu mereka bisa menerima pengembalian dari selisih biaya pengobatan tersebut. Sehingga cara pembayaran di Rumah Sakit B memberatkan pasien pengguna BPJS karena apabila pembayaran tidak dilunasi pada waktu itu, pasien tidak bisa dibawa pulang.

Itu merupakan pengalaman yang didapat oleh beliau pada saat salah satu keluarganya dirawat di dua Rumah Sakit yang berbeda yang bekerjasama dengan BPJS

Kabar akan dinaikannya iuran  BPJS pada tahun 2020, beliau tentu telah mengetahuinya. Tanggapannya, disatu sisi akan semakin memberatkan masyarakat terutama masyarakat kecil. Karena, jangankan preminya dinaikan, sebelum dinaikan juga yang dirasakan masyarakat sudah merasa terbebani. Namun disisi lain, BPJS sampai sekarang mempunyai tunggakan yang relatif besar sehingga untuk menutupi tunggakan tersebut, pemerintah akan menaikan premi Pengguna BPJS ditahun 2020 demi untuk kelancaran BPJS dimasa yang akan datang.

Jika memang kenaikan itu terjadi, beliau berharap agar pemerintah bisa segera menurunkan kembali iuran baru tersebut, kemudian mencari solusi lain untuk menyelesaikan tunggakan BPJS, sehingga pelayanan terhadap BPJS tetap berjalan dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat kecil.

Jadi kesimpulan yang dapat kita ambil dari perbincangan saya dengan salah satu keluarga pasien yang dirawat di Rumah Sakit Al-Islam adalah bahwa BPJS Kesehatan mampu membantu masyarakat Indonesia ketika sakit. Meski ada kekurangan dan kelebihannya, BPJS Kesehatan sangat membantu. BPJS Kesehatan juga memiliki 3 kelas dimana didalamnya terdapat pelayanan dan fasilitas yang berbeda. Kita bisa memilih dari ketiga kelas tersebut, mana sekiranya kelas yang sesuaai dengan kita untuk membayar iurannya. Dengan adanya pemberitaan bahwa iuran BPJS akan dinaikan pada tahun 2020, semoga pelayanan dan fasilitas yang didapat para pengguna juga ditingkatkan menjadi lebih baik. 


Jumat, 27 September 2019

ORGAN TUBUH PENYARING RACUN

Tahu kan seberapa pentingnya kesehatan bagi kita ?
Organ tubuh mana sih yang harus dijaga dan berbahaya bagi kesehatan kita ?
Semua Organ tubuh pasti penting yaaa!! Disini aku mau ngasih tau kalian salah satu organ tubuh yang sangat penting bagi kesehatan kita.
Yuk simak selengkapnya disini.


Oleh  
Wahida Safardian Rahayu

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting dan paling utama bagi semua orang. Jika seseorang kesehatannya baik, tentu hal apapun yang akan dilakukan dalam kesehriannya pasti lebih mudah, sedangkan jika seseorang itu merasa kesehatannya terganggu, tentu kegiatan sehari-harinya pun akan terganggu dan akan terhambat karena rasa sakit tersebut.

Penyakit didunia ini tentu sangat beragam, dari yang ringan, parah, sangat parah, bahkan kronis. Terkadang sakit yang dirasa ringan, belum tentu mudah diobati. Justru karena sakit yang kita rasakan dianggap ringan, sehingga kita tidak segera untuk konsultasi ke dokter dan mengobatinya, mugkin saja itu bisa menjadi penyakit yang parah.

Orang dapat dikatakan sehat, tidak hanya dilihat dari jasmaniya saja, melainkan rohaninya juga. Selain itu, kita tidak bisa mengambil kesimpulan orang itu sakit atau tidak hanya karena dilihat dari fisiknya saja. Karena orang yang terlihat baik-baik saja belum tentu dia dalam keadaan sehat. Terkadang, orang yang mempunyai penyakit di bagian dalam organ tubuh, tidak selalu terlihat nampak seperti orang sakit. Contohnya seperti orang yang mempunyai penyakit Gagal Ginjal.


Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak dibelakang perut dan bentukya menyerupai kacang. Ginjal merupakan salah satu bagian organ tubuh manusia yang sangat penting dan harus kita jaga dengan baik. Sebab, ginjal merupakan organ tubuh yang berfungsi untuk menyaring racun atau kotoran yang ada didalam tubuh manusia dan dikeluarkan melalui urine. Jika ginjal manusia mengalami ganguan, maka harus segera konsultasi atau berobat ke dokter.

Orang yang mengalami gangguan pada ginjal atau penyakit Gagal Gijal memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Badan menjadi mudah lelah
Ketika ada kegiatan atau sedang bepergian orang yang memiliki riwayat peyakit Gagal Ginjal, akan merasa mudah capek, tidak bisa berjalan cepat dan tidak bisa berjalan jarak jauh. Kalaupun bisa berjalan jauh, itu memerlukan istirahat yang cukup sering dan jalannya sangat lambat
  • Beberapa bagian tubuh membengkak 


Pembengkakan terjadi seperti pada bagian kaki, wajah, dan perut. Biasanya pembengkakan ini terjadi karena racun yang berupa cairan dalam tubuh yang seharusnya dibuang atau dikeluarkan melalui urine, tidak bisa keluar dengan lancar karena ada gangguan dalam ginjal terseut. Pembengkakan dalam kaki bisa diatasi dengan cara merendam kaki pada air hangat yang telah diberi garam. Namun hal itu bersifat sementara
  • Sesak nafas
Hal ini terjadi karena cairan yang ada daalam tubuh menyebar dan terbawa oleh aliran darah, lalu masuk kedalam paru-paru sehingga nafasnya menjadi terengah-engah dan terlihat lebih cepat dan berat.
  • Sakit pinggang


Merasa sakit dibagian pinggang karena ginjal letaknya berdekatan dengan pinggang. Sebenarnya tidak hanya pinggang yang terasa sakit, perutpun akan terasa sakit karena menjadi terlihat kencang seperti orang sedang hamil besar.
  • Keluar cairan dari sela-sela jari kaki
Cairan tersebut warnanya bening hampir sama seperti air, namun bedanya sedikit lengket. Cairan tersebuat secara terus menerus keluar selama kakinya masih membengkak. Keluarnya cairan tersebut, tidak seperti air yang mengalir, namun sedikit-sedikit dan jika sudah di olesi dengan salep akan mengering dengan sendirinya.
  • Selalu Mual dan Ingin Muntah
Hal ini terjadi karena kotoran yang ada dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan sehingga penderita merasakan mual dan ini sangat berpengaruh pada selera makannya
  • Penurunan Berat Badan


Penurunan berat badan secara terus menerus dan drastis karena disebabkan oleh rasa mual dan kurangnya nafsu makan


Penyakit Gagal Ginjal tidak hanya disebabkan oleh pola hidup yang tidak baik, makan sembaranga, kurang istirahat dan lain sebagainya. Melainkan bisa juga disebabkan karena faktor turunan dari keluarga dengan riwayat penyakit ginjal. Selain itu penyakit ginjal bisa terjadi karena kegemukan atau obesitas, dan kolesterol tinggi.

Pengobatan terhadap Penyakit Ginjal yaitu :

1. Mengkonsumsi Obat


Obat yang dikonsumsi penderita bisa berupa obat dari dokter ataupun obat herbal. Namun jika sedang melakukan masa pengobatan dengan obat dari dokter sebaiknya tidak berbarengan dengan obat herbal. Karena hasilnya tidak akan kelihatan mana yang lebih cocok bagi penderita. Untuk pengobatan dengan herbal bisa dengan menggunakan beberapa macam daun-daunan seperti daun pecut kuda (jarong), daun sirsak, daun tomat, daun alpukat, daun rendeu, dan daunn sirih


2. Cuci Darah

Dilakukan menggunakan mesin yang dihubungkan dengan pembuluh darah untuk menyaring dan membuang zat yang tidak diperlukan oleh tubuh di dalam darah. Diperlukan akses di pembuluh darah untuk dihubungkan ke dalam mesin. Jika sudah memulai atau memutuskan dengan menggunakan pengobatan ini, maka Cuci Darah harus dilakukan secara rutin dan tidak boleh terlambat dari waktu yang telah ditentukan atau dijadwalkan sebelumnya.

3. Transplantasi Ginjal

Dilakukan dengan memindahkan satu ginjal dari pendonor yang cocok dan ditanamkan ke dalam tubuh penderita. Sebelum dilakukan transplantasi, akan dilakukan beberapa pemeriksaan untuk menentukan apakah pasien merupakan kandidat yang baik untuk transplantasi ginjal. Dan setelah dilakukan cangkok, pasien akan minum sejumlah obat agar tubuh dapat menerima organ donor. Bila transplantasi sukses, pasien tidak perlu menjalani terapi pengganti ginjal yang lain.

Setelah membaca pembahasan diatas, sekarang tahu kan betapa pentingnya menjaga kesehatan organ tubuh kita, salah satunya adalah Ginjal. Tapi jangan sampai hanya Ginjal saja ya yang kalian jaga,, semua organ tubuh juga harus dijaga kesehatannya. Karena, sehat itu sangatlah mahal. STAY HEALTHY !!

Pelayanan BPJS di Rumah Sakit Pemerintah

BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) merupakan Badan Hukum Publik yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden...